Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mudah Menghapus Aplikasi Bloatware Dengan atau Tanpa Root

Ketika pertama kali membeli samrtphone, pasti kita akan menemukan beberapa aplikasi yang secara otomatis berada di dalam ponsel kita tersebut. Beberapa memang bermanfaat untuk bisa digunakan sehari-hari, namun ada banyak juga yang sebenarnya keberadaannya tidak kita inginkan. Aplikasi yang secara otomastis ada tersebut disebut dengan aplikasi Bloatware, meski bukan virus namun terkadang aplikasi yang jumlahnya tidak hanya satu tersebut banyak memakan ruang penyimpanan ponsel kita tersebut. Beberapa contoh aplikasi Bloatware adalah "Dictionary Provider", "Email", "Exchange Services" dan masih banyak lagi. Namun, selain otomatis ada karena merupakan aplikasi bawaan dari ponsel yang sudah kita beli, aplikasi ini juga tidak dapat di uninstall. Diperlukan upaya untuk me root ponsel agar aplikasi ini bisa hilang dan memberikan ruang penyimpanan yang lebih longgar. Selain melakukan root pada ponsel, kita juga bisa tidak perlu melakukan root tersebut. Sehingga dalam hal ini terdapat dua cara untuk menghapus aplikasi bloatware dengan dan tanpa root.

Dalam artikel ini, Nona ingin membagikan kepada kalia cara mudah menghapus aplikasi bloatware dengan dan tanpa root, namun sebelum itu Nona perlu juga membagikan kepada kamu mengenai kelebihan dan kekurangan menghapus aplikasi bloatware tersebut dengan atau tanpa root, agar akhirnya kalian bisa memilih cara apa yang paling baik bagi kalian untuk dilakukan. Yuk disimak kelebihan dan kekurangannya dibawah ini

KELEBIHAN MENGHAPUS BLOATWARE DENGAN ROOT
  • Pada beberapa aplikasi root tertentu, kamu bisa mem-backup data mu terlebih dahulu, sehingga seusai melakukan root untuk menghapus aplikasi bloatware, kamu tidak perlu kehilangan data-data pentingmu, kamu hanya tinggal restore saja data yang ada di data backup kamu
  • Kamu bisa menghapus aplikasi bloatware kamu sehingga media penyimpanan kamu menjadi lebih luang, tidak hanya media penyimpanan internal kamu, RAM kamu juga akan longgar penyimpanannya
  • Dengan menggunakan aplikasi root, kamu bisa juga melakukan kustomisasi secara mendetail pada ponsel kamu. Kustomisasi ini salah satunya bisa berupa mengubah font ponsel kamu, dan masih banyak lagi yang bisa kamu lakukan
KEKURANGAN MENGHAPUS BLOATWARE DENGAN ROOT
  • Kekurangan dari menggunakan aplikasi root untuk ponsel kamu adalah ilegal. Ya, menggunakan aplikasi ini merupakan hal ilegal yang sebenarnya dilarang dan dapat menghapus masa garansi dari ponsel kamu. Jadi ketika kamu telah melakukan root pada ponsel kamu sebelum masa garansinya habis, lalu pada suatu hari ponsel kamu mengalami gangguan, otomatis kamu sudah tidak bisa mendapatkan fasilitas garansi tersebut
KELEBIHAN MENGHAPUS BLOATWARE TANPA ROOT
  • Dibandingkan dengan menginstall aplikasi root, cara ini lebih mudah dan simpel
KEKURANGAN MENGHAPUS BLOATWARE TANPA ROOT
  • Ponsel tetap terkunci, sehingga kamu tidak bisa melakukan kustomisasi, namun menurut Nona sendiri hal ini bukanlah merupakan sisi negatifnya, karena positifnya ponsel kamu tetap memiliki garansi
Nah, setelah tahu mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing cara untuk menghapus aplikasi bloatware tersebut, berikut adalah cara mudah menghapus aplikasi bloatware dengan atau tanpa root

MENGHAPUS APLIKASI BLOATWARE DENGAN ROOT

Aplikasi root yang Nona rekomendasikan kali ini adalah Framaroot, karena menurut Nona aplikasi ini sangat simple sehingga mudah digunakan. Cara mudahnya adalah sebagai berikut:

Framaroot
  • Download aplikasi root checker untuk memastikan apakah ponsel kamu sudah di root atau belum, lalu klik "Agree" dan "Verify Root Access"
  • Download aplikasi framaroot dari smartphone kamu
  • Setelah terinstall, buka aplikasi tersebut, dan pilih "Install SuperSU". Selanjutnya di bagian bawah klik "Boromir"
  • Proses rooting akan berjalan, hal ini tidak akan memakan waktu lama
  • Setelahnya akan muncul kotak dialog yang mengatakan bahwa proses rooting kamu berhasil
  • Reboot ponsel kamu
  • Masuk kembali ke aplikasi root checker, lalu klik "Verify Root Access"-"Allow"-"Grant"
  • Ponsel kamu sudah berhasil di root
MENGHAPUS APLIKASI BLOATWARE TANPA ROOT

Jika kamu memilih untuk menghapus aplikasi bloatware yang ada di samrtphone kamu dengan tanpa root, maka kamu tidak perlu meng install aplikasi rooting. Cara mudahnya adalah sebagai berikut:
  • Masuk ke menu "Setting"-"Apps"-"All" lalu pilih aplikasi bloatware yang ingin kamu hapus dengan klik "disable" atau "non aktifkan"
  • Selanjutnya akan muncul kotak dialog yang menyatakan bahwa menghapus beberapa aplikasi yang telah kamu pilih akan mengganggu keoptimalan perfroma smartphone mu, klik "OK", lalu selanjutnya klik "Force Stop" atau "Paksa Tutup". Jangan lupa klik juga tanda centang pafa "show notification", sehingga kamu tidak perlu lagi mendapatkan notifikasi dari aplikasi tersebut
  • Aplikasi bloatware telah berhasil kamu hapus. 
Nah, itulah cara mudah menghapus aplikasi bloatware dengan atau tanpa root yang berhasil Nona buat, selain menggunakan framaroot ada banyak aplikasi lain yang bisa kamu pilih. Pertimbangan Nona memilih aplikasi tersebut adalah karena penggunaannya yang sangat mudah dan simpel. Jadi, mudah bukan? Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat bagi kamu yang membutuhkan informasi mengenai cara mudah menghapus aplikasi bloatware dengan maupun tanpa root.

Salam NonaGadget.com