Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mencegah Anak Kecanduan Gadget dengan Bersikap Bijaksana dalam Mengenalkan Gadget Kepada Anak

Jika kamu berjalan-jalan di tempat keramaian, dimanapun itu, entah pasar, mall, atau hanya sekedar taman kota, sangat familiar sebuah pemandangan dimana sekelompok orang berkerumun, namun jarang sekali mereka ditemukan saling bertatap mata dalam perbincangan serius, yang ada mereka berkerumun, namun sama-sama menunduk memainkan gadget di tangan. Hal ini juga sering Nona temui, jika Nona sedang berjalan-jalan. Banyak dari orang-orang yang Nona temui duduk berhadapan namun mereka bukannya bertatap muka melainkan sibuk dengan kedua tangannya yang memainkan gadget. Bahkan kebiasaan ini kadang bisa Nona temui juga pada sebuah keluarga yang kebetulan jalan-jalan bersama dan kebetulan posisinya berdekatan dengan Nona, sehingga Nona bisa menggambarkan dengan betul seperti apa pengaruh gadget di kehidupan masa kini. Nona pun tidak bisa mengatakan hanya orang dewasa saja yang bersikap demikian, bahkan anak kecil masa kinipun terkena pengaruh gadget yang bisa sedemikian hebatnya. Istilahnya adalah menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh, bukan begitu?

Nah, karena Nona merasa prihatin dengan kondisi masyarakat saat ini yang sedikit-sedikit main gadget, Nona ingin membuat sebuah artikel tentang mencegah anak dari kecanduan gadget. Loh, kenapa ko untuk anak saja? Terus untuk orang dewasanya mana? Oke, alasannya adalah Nona pikir orang dewasa sudah bisa bersikap bijak menentukan mana yang terbaik untuk dirinya sendiri, sedangkan untuk anak-anak, kita sebagai orang dewasa berperan penuh untuk membentuk karakter mereka yang seharusnya kaya interaksi dan peka terhadap lingkungan sekitar, bukannya sibuk sendiri dengan aneka permainan menyenangkan dari gadget di tangan. Betul kan? Oleh karena itu, melalui artikel ini, Nona ingin berbagi tips kepada kamu tentang bagaimana mencegah agar anak terhindar dari kecanduan gadget. 

Seperti yang kita tahu, teknologi beserta seluruh seluk beluk di dalamnya yang salah satunya adalah gadget yang Nona yakin hampir kamu semua memilikinya mempunyai peran besar untuk mempermudah kegiatan sehari-hari kita.  Bahkan gadget pun memiliki daya tarik tersendiri di mata anak-anak, dengan segala kecanggihannya, gadget bisa menawarkan berbagai permainan menarik sebagai kegiatan menyenangkan bagi anak-anak selain belajar di sekolah maupun beraktifitas di rumah. Namun, keberadaan gadget yang memiliki banyak sisi positif ini tentunya tidak terlepas dari dampak negative yang sudah pasti menyertainya juga. 

Namun, untuk kamu yang telah memiliki anak dengan kesukaan pada gadget tidak perlu khawatir dengan dampak negative dari gadget itu sendiri. Karena semuanya tentu bisa diminimalisir dampaknya jika kamu sebagai orang dewasa bisa memainkan peran yang bijaksana dalam membantu anak menciptakan interaksi yang sehat dengan gadget. Kamu tidak perlu juga lalu membatasi anak tidak boleh sama sekali bermain gadget. Karena sesuatu hal jika kamu atur porsinya sesuai dengan kebutuhan yang sudah kamu tahu seberapa besar porsi terbaiknya, maka akan menjadi hal yang baik bukan?

Gadget dalam masa tumbuh kembang anak

Oleh karena dalam artikel ini Nona bertujuan untuk membagikan tips bagaimana bersikap bijak agar anak tidak kecanduan gadget, maka alangkah baiknya jika Nona sertakan pula dampak positif dari adanya gadget bagi anak, berikut adalah dampak positif gadget bagi anak:

Menyediakan Sarana Permainan Edukatif bagi Anak

Tentu kamu sudah tahu, jika dengan gadget yang canggih kamu bisa mendownload aplikasi apapun yang kamu inginkan. Tidak terkecuali permainan bagi anak-anak. Dengan semakin berkembangnya teknologi, anak-anak masa kini bisa mendapatkan berbagai permainan yang bersifat edukatif yang tentunya bisa membuat mereka bisa bermain sekaligus belajar.

Menyediakan saranan belajar yang komunikatif dan inovatif

Melalui gadget, kadang orang tua maupun anak bisa menemukan informasi mengenai segala macam hal-hal kreatif yang dikemas secara informative. Dengan gadget anak bisa menemukan video tutorial mengenai suatu seni dan desain yang kadang dikemas dengan cara yang lebih mudah daripada cara-cara konvensional yang telah ada sebelumnya.

Gadget membuat anak melek teknologi/ tidak gaptek

Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang tua selalu mengharapkan anaknya terbuka pikirannya terhadap hal-hal baru, sehingga gadget sendiri secara langsung menjadi sebuah sarana bagi orang tua untuk menjadikan anak melek teknologi dan tanggap terhadap hal-hal baru
Namun, kesemua nilai positif tersebut tentu bisa menjadi boomerang tersendiri bagi orang tua, jika dengan tidak bijaksana orang tua memberikan keleluasaan penuh bagi anak-anak untuk menggunakan gadget. Seorang anak yang masih memiliki sifat keingitahuan yang besar akan menganggap bahwa gadget merupakan hal unik yang selalu menarik anak untuk memainkannya secara terus menerus. Bahkan sangat mungkin di dalam diri seorang anak merasa sayang jika harus meninggalkan aneka permainan di dalam gadget tersebut. Oleh karena itu berikut adalah hal-hal negative jika anak sudah kecanduan gadget:

Anak akan menjadi anti sosial

Dengan terus menerus memainkan gadget, anak akan menganggap tidak penting menjalin komunikasi dengan orang lain. Kepekaan anak terhadap kondisi lingkungan sekitar pun akan memudar. Sehingga anak akan terbentuk menjadi orang yang antipati dan tak acuh dengan apa yang terjadi di sekelilingnya. 

Anak menjadi tidak aktif

Merasa sayang meninggalkan game yang tengah seru-serunya, dan keinginan untuk terus memainkannya akan membuat anak menjadi tidak aktif. Padahal aktifitas fisik untuk seorang anak diperlukan, turut serta dalam kelompok bermain adalah salah satu faktor penting bagi tumbuh kembang seorang anak. Namun dewasa ini, Nona sudah jarang sekali melihat kerumunan anak bermain di area terbuka tanpa salah satunya tidak membawa gadget apapun. Padahal usia anak-anak adalah waktu yang paling tepat untuk melakukan pengenalan pada nilai-nilai positif yang bisa didapatkan dari lingkungan sekitar

Dapat menganggu kesehatan anak

Anak menjadi malas bergerak dan terus menerus memandang gadget dalam waktu yang lama tentu akan mengganggu kesehatan anak. Anak akan cenderung lupa makan dan sering mengalami gangguan kesehatan mata, bahkan anak juga rawan obesitas jika hari-harinya hanya dipenuhi dengan kegiatan duduk maupun berbaring.

Menurunnya kemampuan berpikir pada anak

Kemudahan untuk mendapatkan segala informasi dari gadget serta merta akan membuat anak bisa kehilangan kemampuan berpikir kreatifnya. Bagaimana tidak, jika tutorial menggambar atau ide-ide kreatif lainnya pun bisa di lihat melalui gadget?

Lalu, menghadapi hal demikian, apa yang bisa Nona bagi untuk kamu sekalian agar anak di rumah tidak menjadi kecanduan gadget? Jawabannya adalah dengan bijak menyikapi kehadiran gadget di tengah keluarga. Sebagai orang tua, kamu perlu memberikan batasan-batasan tertentu kepada anak. Agar yang dinikmati anak sebagai fasilitas tidak membuatnya lupa mengenai tanggung jawabnya terhadap lingkungan sekitar beserta seluruh interaksi di dalamnya. Oleh karenanya sebagai orang tua, kamu perlu melakukan hal-hal berikut agar anak tidak menjadi generasi yang mengalami ketergantungan berlebih terhadap gadget:

Tentukan batasan yang tepat bagi anak untuk diberi keleluasaan menggunakan gadget

Jangan hanya karena orang tua memiliki banyak uang dan kebanyakan orang tua telah memberikan gadget kepada anak-anaknya, kamu turut pula memfasilitasi anak dengan gadget. Disini orang tua dituntut untuk tahu betul diusia manakah anak pantas untuk diberi kebebasan mengeksplorasi gadget secara penuh. Menyesuaikan  kebutuhan anak dengan gadget yang akan diberikan juga merupakan hal yang bijak untuk dilakukan.

Luangkan waktu berkualitas dengan keluarga

Ditengah kesibukan orang tua dalam bekerja, meluangkan waktu adalah hal yang sangat mahal untuk dilakukan. Oleh karena itu, sebagai orang tua luangkan waktu sebaik mungkin dengan anak. Ajak anak bertukar pikiran mengenai ketertarikan anak dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua pun perlu memberikan tanggapan positif terhadap hal kesukaan anak-anak, meskipun hal tersebut mengandung hal negative sekalipun. Bangun suasana akrab namun dengan tersebut orang tua dan anak bisa memiliki kesempatan mengenai apa yang diinginkan oleh masing-masing, sehingga posisi orang tua tidak digantikan oleh gadget yang anak miliki. Selain melalui pendekatan personal antara orang tua dan anak. Libatkan juga anak pada kegiatan yang bisa memupuk kebersamaan seperti piknik dan olahraga bersama atau menentukan hari berkumpul bersama tanpa gadget, sehingga anak dan orang tua akan sama-sama memiliki peran penuh dalam menciptakan interaksi bersama orang-orang terdekat

Ajak anak untuk peka terhadap lingkungan sekitar

Tidak ada salahnya jika orang tua mengajak anak untuk bertukar pendapat mengenai banyak hal di lingkungan sekitar. Kemas dengan cara yang menarik sehingga menimbulkan suatu empati kepada anak kepada lingkungan sekitar. Tanamkan pola pikir kepada anak bahwa interaksi yang baik bukanlah melalui gadget, melainkan melalui intensitas tatap muka yang di dalamnya mengandung hal-hal yang bersifat positif

Nah, dengan menerapkan hal-hal yang Nona tulis diatas, jangan khawatir jika anak akan menjadi kecanduan dengan Gadget. Peran orang tua nyatanya mampu memberikan porsi besar untuk membentuk kepribadian anak kedepannya bukan? Kesimpulannya adalah jika orang tua bisa secara bijaksana menyikapi gadget itu sendiri, maka anak akan tetap leluasa berinteraksi dengan teknologi secara sehat.