Tingkat Keamanan Telegram Mulai Dipertanyakan

Bagi Anda yang gemar menggunakan aplikasi berbasis pesan seperti WhatsApp, Line, ataupun Facebook Messenger tentu saja Anda tidak asing lagi dengan aplikasi Telegram. Benar saja, aplikasi yang digadang gadang menjadi aplikasi berbasis pesan yang paling ringan ini menjadi salah satu pilihan utama bagi kebanyakan orang, khususnya kalangan profesional. Jika Anda telah mencobanya sendiri, memang aplikasi Telegram ini terbilang sangat sederhana dan dikemas secara profesional, tidak seperti Line yang mengedepankan kustomisasi saat melakukan pembicaraan dengan banyaknya emoji yang disediakan. Telegram berjalan searah dengan aplikasi Whatsapp dalam menyediakan layanan pesan, yaitu dengan mempertahankan atmosfir profesional dalam aplikasinya. 

Tingkat Keamanan Telegram Mulai Dipertanyakan

Telegram saat ini telah memiliki lebih dari 100 juta pengguna, mungkin Anda juga salah satunya. Sayangnya, info terbaru berhasil menemukan bahwa tingkat keamanan aplikasi Telegram ini mulai dapat dipertanyakan. Hal tersebut tentu saja menimbulkan keraguan mengingat developer dari aplikasi ini sendiri telah mengatakan bahwa mereka telah melakukan enkripsi pada setiap percakapan; namun artikel ini akan memberi Anda sedikit pengetahuan bahwa apa yang dikatakan oleh developer tidak semuanya tepat, keamanan aplikasi telegram saat ini mulai diragukan.

Berdasarkan pada data yang didapatkan dari interview dengan Christopher Soghoin, Kepala Teknologi dan Policy Analyst dalam ACLU (American Civil Liberties Union), data yang dikirim melalui Telegram tidak melalui tahap enkripsi terlebih dahulu. Faktanya, banyak orang berpikir bahwa pesan yang mereka kirim melalui aplikasi Telegram telah melalui tahap enkripsi terlebih dahulu, sayangnya untuk dapat menggunakan fitur enkripsi tersebut Anda harus terlebih dahulu mengaktifkannya melalui aplikasi telegram.

Tingkat Keamanan Telegram Mulai Dipertanyakan

Masalah enkripsi tersebut tentu saja menimbulkan beberapa spekulasi yang cukup beragam mengenai kredibilitas dari aplikasi ini serta data apa saja yang kemungkinan berhasil “dicuri”.  Secara default, setiap aplikasi berbasis pesan seharusnya sudah menerapkan kemampuan untuk melakukan enkripsi data tanpa harus masuk melalui setting tertentu.

Alan Woodward, Professor pada Universitas Surrey berkata bahwa aplikasi telegram menggunakan protocol MTproto  yang hingga saat ini masih belum jelas kemampuan untuk melakukan enkripsinya. Ditambah lagi tidak adanya keterbukaan yang jelas dari pihak developer Telegram mengenai keamanan serta tahap enkripsi dari pesan pesan yang di dalam aplikasi tersebut.  

Sementara itu, aplikasi Whatsapp terus saja menuai pujian dikarenakan bukan hanya kemudahan dalam menggunakannya, namun juga karena aplikasi WhatsApp menggunakan protocol yang sama dengan yang digunakan pada Open Whisper System. 

Tingkat Keamanan Telegram Mulai Dipertanyakan

Tidak hanya pesan yang masih diragukan tingkat enkripsinya, telegram juga sepertinya membocorkan metadata,  sehingga nantinya jika ada orang yang kurang baik yang berusaha untuk mengambil data dari internet,  mereka tidak akan diampuni,  Setelah membaca artikel di atas, harap diingat bahwa kami tidak menyarankan Anda untuk menghindari salah satu produk dan beralih menuju aplikasi lain, namun mengingat tingkat keamanan Telegramyang saat ini tengah dipertanyakan, Anda dapat mulai mempertimbangkan apakah Anda akan menggunakan aplikasi tersebut ataupun tidak .

Sumber gambar: google play, valuewalk

Belum ada Komentar untuk "Tingkat Keamanan Telegram Mulai Dipertanyakan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel