Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Peneliti Ciptakan Baterai Berbahan Dasar Bakteria!

Anda mungkin sudah kenal dengan berbagai macam baterai. Memang dalam kehidupan sehari hari kita tidak dapat lepas dari pertolongan baterai, mulai dari jam dinding, remot televisi, laptop, dan smartphone sekalipun membutuhkan baterai sebagai perangkat utamanya. Sebagus apapun smartphone tidak akan berarti tanpa adanya baterai yang mumpuni. Seiring berkembangnya teknologi, semakin banyak inovasi inovasi baru dalam dunia gadget, hal tersebut terjadi karena tuntutan pasar terhadap produk yang lebih bagus dan lebih inovatif yang dapat membantu kebutuhan sehari hari mereka. 

Peneliti Ciptakan Baterai Berbahan Dasar Bakteria!

Jika Anda gemar untuk membaca informasi mengenai peralatan peralatan teknologi termutakhir, maka tidak ada salahnya jika Anda juga mengetahui penemuan penemuan fantastis yang mungkin dapat menjadi langkah awal bagi sebuah perubahan besar dalam dunia teknologi selanjutnya. Salah satu penemuan tersebut adalah baterai berbahan dasar bakteria yang ditemukan oleh tim peneliti di Binghamton University.

Benar saja, hasil penemuan dari ilmuan di universitas yang berada di New York tersebut sempat menggemparkan dunia teknologi. Harus diakui bahwa masih jarang, bahkan tidak ada hasil inovasi teknologi yang melibatkan organisme hidup dalam pembuatannya. Baterai ini adalah salah satu inovasi yang benar benar tidak disangka. Proyek pembuatan baterai tersebut pada awalnya adalah sebuah proyek  untuk produk microelectronic sekali pakai yang memiliki durasi penggunaan singkat.

Peneliti Ciptakan Baterai Berbahan Dasar Bakteria!

Bentuk dari baterai ini cukup sederhana, yaitu hanya seperti satu lembar kertas yang memiliki beberapa bilik di atasnya.  Untuk membuat produk ini, peneliti menggunakan selembar kertas kromatografi dan sedikit perak nitrat yang diletakkan dibawah lapisan lilin. Kemudian anodenya akan terbuat dari polymer konduktif serta cairan yang memiliki banyak bakteria. Proses respirasi itulah yang nanti akan memunculkan daya pada baterei tersebut.

Karena ukurannya yang kecil dan kapasitas dari bakteri yang masih belum memiliki takaran yang pasti maka baterai ini memang masih belum dapat digunakan sebagai sumber daya yang dapat diharapkan. Namun karena memiliki daya sebesar 44.85 microwat dalam 105.89 microamp yang terpasang pada tatanan anoda 6x6 maka paling tidak baterai ini akan mampu untuk menyalakan beberapa perangkat elektronik kecil untuk beberapa hari, bahkan baterai ini nantinya juga akan memiliki kemampuan untuk mendeteksi pathogen. 

Peneliti Ciptakan Baterai Berbahan Dasar Bakteria!

Produk berbasis baterai ini sebenarnya bukan produk pertama yang dihasilkan tim peneliti asal Birmingharm University ini. Pada tahun 2015 lalu, tim yang sama juga sempat mengajukan proposal untuk membuat baterai yang dapat dilipat seperti matchbook, sayangnya hal tesebut tidak seheboh penemuan baterai berbahan dasar bakteri ini. Memang penemuan dan inovasi pada teknologi itu merupakan hal yang selalu menarik untuk disimak, banyak hal baru yang datang setiap harinya. Menurut Anda, apakah nantinya baterai berbahan dasar bakteria ini akan mampu menggantikan baterai yang kita kenal sehari hari?

Sumber gambar: ecnmag, techcrunch