Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Perjuangan Belum Berakhir, Vine Siap Bangkit Lagi?

Mungkin Anda sudah mendengar bahwa salah satu pialang sosial media terbesar, Twitter akan menutup layanan Vine, ternyata pengumuman tersebut disusul oleh tawaran untuk mengakuisisi Vine yang datang dari berbagai perusahaan kelas besar hingga ke Asia, salah satunya adalah perusahaan penyedia layanan permainan dan messaging yang berasal dari Jepang, Line.  Pengumuman penutupan itu terjadi pada tanggal 27 Oktober kemarin, namun hingga saat ini pihak Twitter masih belum memberi konfirmasi kapan layanan tersebut akan benar benar berhenti beroperasi, sebuah indikasi bahwa Vine masih memiliki harapan untuk hidup lebih panjang, namun tidak berada dibawah payung Twitter.

Perjuangan Belum Berakhir, Vine Siap Bangkit Lagi?, video apps, vine, instagram, twitter, facebook, line

Seperti yang kita ketahui, Vine adalah layanan aplikasi dalam bentuk video-sharing yang digunakan para creator untuk berbagi video hasil ciptaannya. Yang menarik dari layanan Vine ini adalah durasi video yang hanya mencapai 6 detik dan di atur untuk melakukan pengulangan atau loop ketika video berakhir. Sebenarnya layanan Vine ini sendiri sangat diminati oleh para netizen, namun sepertinya Twitter sendiri sedikit mengalami masalah dalam pengaturan manajemen Vine. Pada dasarnya walaupun layanan Vine ini ditutup, semua pengguna masih bisa melakukan akses untuk melihat arsip video yang telah dibuat bahkan mendownloadnya. Mungkin salah satu pertimbangan kenapa banyak perusahaan yang menawar untuk mengakuisisi Vine ini dikarenakan kesedihan dari pengguna di seluruh dunia yang muncul begitu Twitter mengumumkan akan menutup layanan Vine, sehingga beberapa perusahaan besar tersebut melihat adanya peluang untuk membangkitkan kembali layanan yang lahir pada tahun 2012 ini. Masalahnya adalah, layanan video Vine ini telah terintegrasi dengan Twitter, setiap video yang dimainkan akan melalui layanan Twitter Stream, tentu ini menjadi pertimbangan karena untuk mendapatkan keuntungan penuh, perusahaan yang berhasil membeli layanan Vine harus melakukan perubahan dalam cara kerja aplikasi tersebut agar tidak lagi terhubung dengan Stream tersebut.

Perjuangan Belum Berakhir, Vine Siap Bangkit Lagi?, video apps, vine, instagram, twitter, facebook, line

Bagaimanapun juga, Vine tetap memiliki potensi besar untuk menjadi yang terbaik dalam bidangnya, kita tinggal menunggu bagaimana kabar selanjutnya tentang layanan ini. Jika pada akhirnya nanti terpilih seorang pemenang yang berhasil mendapatkan hak atas Vine, apakah integrasi antara Vine dengan Twitter akan diputus? Kita lihat saja. 

Sumber gambar: vine.co