Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pokemon Go, Games Petualangan yang Sudah Dikenal Meski Belum Dirilis

Tahun 2014 lalu, Nona sempat dikecoh oleh Google dengan beredarnya video Pokemon Go, sebuah game Pokemon berbasis augmented reality buatan Google Niatic yang ternyata cuma video April Fool. Video ini langsung booming karena antarmukanya yang benar-benar seakan memperlihatkan mimpi semua fans Pokemon. Video hoax tersebut dibundel dengan mini game Google Maps, memperlihatkan petualangan Pokemon master mencari Pokemon liar di alam bebas, menggunakan software yang bisa memperlihatkan posisi makhluk virtual beserta interaksinya dengan alam sekitarnya. Meski jutaan orang tau bahwa video ini hoax, tidak sedikit pula yang menginginkan permainan seperti ini menjadi nyata.

Pokemon Go, android, games, apps, terbaru

Dua tahun kemudian, harapan tersebut akhirnya menjadi nyata. Niatic yang sekarang menjadi perusahaan standalone bertanggung jawab atas perkembangan game ini. Ya, Niatic tetap setia pada konsep AR gamenya, dengan gaya AR pula.

Intinya, Pokemon Go menjadi game Pokemon yang benar-benar full-blown dan manjadi satu-satunya yang tersedia di mobile game dengan restu dari Nintendo dan The Pokemon Company. Untuk seri game sepanjang masa yang dicintai fansnya diseluruh dunia, rilisnya Pokemon Go menjadi momen besar bagi franchise game ini. Tidak hanya itu, Pokemon Go juga akan melejitkan Augmented Reality yang semula adalah tekhnologi yang samar-samar menjadi tekhnologi mainstream yang populer bagi khalayak umum. Semua itu berkat kerjasama brand game paling abadi yang bermula sejak dua puluh tahun lalu.

Pokemon Go, games, apps, android

Pokemon Go akan datang ke smartphone para diehard fans akhir tahun ini sebagai game free-to-play untuk iOS dan Android. Gamer bisa secara mudah memainkannya, melihat karakter di peta dan mengelilingi seluruh kota mencari dan menangkap Pokemon liar di habibat natural mereka. Niatic mengatakan bahwa akan ada 100 Pokemon yang tersedia saat launching nanti. 100 Pokemon ini diambil dari seri originalnya yang rilis pada tahun 1996 dan tidak menutup kemungkinan adanya tambahan di kemudian hari.

Pada gameplaynya, Pokemon Go adalah versi perbaikan dari Ingress, game yang menjadi game berbasis AR pertama pada tahun 2013. Sama seperti konflik global Ingress yang mana pemain akan dihadapkan pada petualangan mencari portal di seluruh belahan dunia. Pokemon Go, akan mempersilahkan pemain untuk bergabung dengan satu dari tiga tim yang tersedia: Merah, Biru atau Kuning. Dari situ, pemain dapat bertualang ke tempat-tempat penting untuk mengambil alih Pokemon Gym, yaitu sebuah markas perkumpulan para pelatih Pokemon. Untuk mengambil alih Gym dari pihak lawan, pemain harus menjelajah ke lokasi yang dimaksud dan melakukan tanding dengan Pokemon lawan.

Pokemon Go, android, games, apps, terbaru

Pada demo Pokemon Go beta version, Niatic melaporkan bahwa untuk menangkap Pokemon, metode lama seperti bertarung dengan Pokemon gamer melawan Pokemon liar untuk melemahkannya, tidak diperlukan. Yang perlu pemain lakukan hanyalah melempar Pokeball ke Pokemon liar dan terus mencoba hal yang sama hingga Pokemon tersebut tertangkap. Nona merasa, esensi gameplay inti yang dimiliki Pokemon yaitu battle systemnya sepenihnya dihilangkan pada game ini yang mana akan membuat sebuah pro dan kontra untuk fans Pokemon. Justru, Niatic memaparkan bahwa mereka ingin fokus pada penjelajahan kota masing-masing pemain untuk mencocokkan habitat Pokemon dengan tempat-tempat penting di kota tersebut.

Agak beresiko memang bagi Niatic untuk banyak memodifikasi permainan yang memiliki stylenya sendiri selama kurang lebih dua dekade ini. Tapi Nona berharap yang terbaik untuk Pokemon Go menjadi game yang disukai baik untuk fans maupun gamer casual.