Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Mengenal Project ARA dari Google

Tahun depan, Google berencana untuk meluncurkan smartphone bongkar-pasang mirip Lego, yang dinamakan project ARA. Sejak3 tahun lalu, Project ARA menjadi perbincangan yang heboh, betapa tidak? Smartphone yang didalangi oleh Google ini dirancang sangat unik dan kontroversional. Smarphone ini mampu menerima perintah suara untuk memodifikasi fisik handphone ini sendiri. Ya, fisiknya. Jadi, jika nona ingin mengganti batere ARA phone dengan batere yang baru, nona tinggal bilang, “OK Google, eject the battery.” dan secara ajaib bater yang lama akan lepas sendiri.

maxresdefault.jpg

Pada awalnya, Project Ara sendiri direncanakan menjadi solusi bagi pecinta smartphone yang ingin memilih komponen smartphone nya sendiri, sama halnya dengan PC Gamer yang ingin mem-build PC gamingnya sendiri. Akan tetapi, rencana ini sepertinya tidak cocok dengan realita di masyarakat. Pengguna smartphone kebanyakan tidak peduli dengan fungsi inti smartphone nya, namun lebih suka memodifikasi fiturnya.

Lantas, Google memodifikasi desainnya sehingga pengguna smartphone yang memakai Ara dapat melakukan mix-and-match terhadap smartphone mereka. 

160520122051-project-ara-modules-780x439.jpg

Google merencanakan adanya fitur-fitur yang dijual terpisah yang dapat digunakan pengguna untuk melakukan mix-and-match. Antara lain speaker, kamera, dan baterai. Jadi disaat nona sudah bosan menggunakan speaker yang sama terus menerus, nona dapat merubah Ara menjadi boombox mini dengan speaker di setiap socket ARA yang tersedia. Jika Nona ingin berfoto layaknya fotografer professional tapi kamera yang dipakai terbatas, Nona akan mengubah kamera pada ARA dan memasang kamera dengan resolusi yang lebih tinggi. Nona juga bisa menikmati surfing internet, main game, coba-coba aplikasi tanpa takut baterai ARA nona habis karena nona memasang lebih dari 2 baterai pada Ara nona.