Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Angry Bird 2, Sekuel Burung Pemarah yang Ditunggu

Sudah tujuh sekuel yang dirilis Rovio, perusahaan pembuat franchise game mobile ternama yang terkenal oleh Angry Birdsnya, sebelum perusahaan ini merilis sekuel paling ditunggu pada barisan judul ternamanya yaitu Angry Birds 2. Game ini digadang-gadang menjadi batu loncatan bagi Rovio yang dikabarkan mengubah seluruh gameplay permainan ketapel burung ini. Akan tetapi, perubahan gameplay ini ternyata mengecewakan bagi para fans Angry Birds.

forbes.com, cover angry birds 2
forbes.com

Masih banyak keseruan yang diberikan saat memainkan game ini, akan tetapi Angry Birds kehilangan dua kunci utama dari game yang sangat populer oleh gamer muda maupun tua, hardocere maupun casual ini.

Kesalahan pertama Rovio adalah mengubah cara dan waktu kita bermain. Angry Birds pada awalnya dibuat untuk game casual yang tahan lama, dalam maksud tidak membosankan dan tidak dimakan waktu. Akan tetapi Angry Birds 2 membuang semua konsep diatas, dan lantas melangkah mundur dengan sistem pembayaran freemium yang agresif. Jadi, setiap NONA menghabiskan 5 kesempatan bermain, NONA harus menunggu setengah jam untuk mengisi ulang 1 kesempatan bermain lagi. Pilihan lainnya adalah, NONA harus membayar kurs premium (dapat diperoleh saat bermain atau dibeli seharga $0.50) untuk mengisi ulang kesempatan bermain. Bisa dimaklumi, selama ini game buatan Rovio memang termasuk dermawan, mereka kebanyakan menggratiskan permainan yang mereka buat, akan tetapi langkah seperti ini membuat Angry Birds tidak lagi menyenangkan untuk dimainkan. 

appgamer.com, gameplay
appgamer.com

Selama ini, Angry Birds menyediakan gameplay simpel tetapi seru, dimana kita mengketapel burung pemarah dan berharap markas babi nakal yang kita tembak rubuh dalam satu kali tembakan untuk memperoleh tiga bintang. Gameplay seperti inilah yang membuat NONA menjadi kreatif untuk memanfaatkan sumber daya yang terbatas untuk memperoleh hasil yang maksimal. Dilain sisi, Angry Birds 2 merubah gameplay yang sudah menjadi ciri khasnya ini. Jadi, dalam setiap kesempatan menembak, game akan merubah layout stage yang NONA mainkan. Jika dalam lima kali tembakan NONA gagal, babi hijau yang menjadi tokoh antagonis game ini akan bertambah menjadi lima babi dengan struktur markas babi yang berbeda, dan jenis burung yang diluncurkan pun akan berbeda setiap kalinya. 

Permainan acak seperti ini memang memberikan pengalaman bermain yang lebih menantang dan tidak mudah diprediksi. Namun permainan seperti ini lebih cocok arahnya menjadi game action dimana permainan mengkhususkan pemain untuk asal tembak dan berharap stage yang kita mainkan cepat selesai. Dalam satu stage, babi akan terlihat melayang dengan balon, pada kesempatan bermain lainnya, babi bisa jadi akan tetap diam di markas es nya. Permainan akan semakin sulit di setiap stage yang telah diselesaikan, awalnya markas babi bisa jadi hanya es atau kayu tipis, tapi di stage tinggi kesulitan akan memuncak dengan adanya kombinasi batu dan kayu yang tebal berlapis lapis. Sumber daya, yaitu burung yang terbatas serta waktu yang diberikan juga terbatas membuat NONA lama kelamaan frustasi dengan game ini dan asal melempar peluru tak tentu arahnya.

businessinsider.com

Meski gameplay diatas terdengar mengecewakan, fitur fitur baru pada Angry Birds 2 masih memiliki daya tarik tersendiri. Fitur tersebut antara lain adanya alat bantu seperti portal yang mengubah arah burung, kipas angin raksasa yang memodifikasi gaya jatuh burung, dan bunga ajaib yang bisa menyedot babi, burung, dan semua yang ada pada stage dan menambah daya hancur.

Angry Birds 2 memang terlihat lebih baik daripada prekuel nya, akan tetapi perubahan gameplay dengan pelitnya kesempatan bermain yang diberikan oleh Rovio seolah merusak permainan orisinil Angry Birds.